BEKASI.POJOKSATU.id - Perlintasan sebidang Ampera di Bekasi Timur masih menjadi persoalan pelik pasca kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line. Desakan penutupan terus menguat, namun di sisi lain jalur tersebut belum bisa ditutup begitu saja.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan bahwa perlintasan Ampera merupakan akses vital yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan.
“Lalu lintas di sana sangat padat. Kalau ditutup mendadak, dampaknya bisa ke mana-mana, terutama ke jalan nasional,” kata Tri, Selasa, 5 Mei 2026.
Perlintasan ini berada di Jalan Ir. H. Juanda yang menjadi penghubung utama antara Kota dan Kabupaten Bekasi. Aktivitas kendaraan di kawasan tersebut hampir tidak pernah sepi, terutama saat jam sibuk.
Baca Juga: Flyover Bulak Kapal Jadi Prioritas, Solusi Jangka Panjang Cegah Kecelakaan KA di Bekasi
Tri menyebut, keputusan penutupan tidak bisa diambil secara gegabah karena harus mempertimbangkan dampak besar, baik dari sisi keselamatan maupun kelancaran lalu lintas.
“Ini dilema. Ditutup berisiko macet parah, dibuka juga ada potensi bahaya,” ujarnya.
Saat ini, Pemerintah Kota Bekasi masih melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait rencana penutupan permanen. Kajian menyeluruh juga terus dilakukan sebelum keputusan akhir ditetapkan.
Sebagai solusi jangka panjang, pembangunan Flyover Bulak Kapal terus dipercepat. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus menggantikan fungsi perlintasan sebidang.
“Kami targetkan setelah flyover selesai, dua perlintasan ini bisa ditutup total,” tegas Tri.
Baca Juga: Aliran Kali Bekasi Kembali Meluap, 4 Wilayah di Bekasi Terendam Air
Sambil menunggu proyek rampung, pengamanan di lokasi diperketat. Palang perlintasan sementara telah dipasang dan petugas Dinas Perhubungan disiagakan setiap hari untuk mengatur arus lalu lintas.
Meski demikian, kekhawatiran masih dirasakan masyarakat. Banyak pengendara mengaku waswas saat melintas, terutama setelah insiden kecelakaan maut tersebut.
Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret, tidak hanya untuk kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjamin keselamatan di salah satu titik rawan di Bekasi Timur itu.***




