BEKASI.POJOKSATU.id - Insiden siswa meninggal dunia setelah bermain kuda tomprok membuat Dinas Pendidikan Kota Bekasi meminta seluruh sekolah berbenah.

Disdik Kota Bekasi meminta pihak sekolah agar memperhatikan para siswa apakah melakukan permainan berisiko tinggi atau tidak.

Selain itu juga, pihaknya meminta kepada sekolah-sekolah untuk membuat tim satgas pengawasan sekolah, untuk mengawasi para peserta didik.

Baca Juga: 10 Tips Nikmati Liburan di Kota Malang

"Pengawasan ini untuk dilakukan semaksimal mungkin dilingkungan sekolah," ucap Warsim, kepada awak media, Senin 20 November 2023.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Disdik Kota Bekasi Warsim Suryana menjelaskan kejadian di SMPN 7 Kota Bekasi, akibat permainkan tradisional kuda tomprok tidak terulang di kemudian hari.

"Kita sampaikan jangan sampai hal ini terjadi lagi, dan jelas tadi Pak disdik dan Pj Wali Kota sudah menyampaikan bahwa ini adalah musibah," tegas dia.

Dia mengatakan kejadian ini menjadi evaluasi bersama-sama baik pihak sekolah ataupun Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

"Insya Allah ada karena ini merupakan kejadian yang menjadi bahan evaluasi bersama," jelas dia.

Muhammad Alfiansyah, siswa kelas VIII, meninggal dunia usai bermain kuda tomprok, Jumat, 17 November 2023.

Korban mengalami patah leher lalu tidak sadarkan diri. Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban sempat dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah.***