BEKASI.POJOKSATU.id - Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Warsim Suryana, menyebut selama dua hari pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap dua berlangsung, tidak ada laporan kendala teknis seperti gangguan server.

Ia juga mendorong para calon siswa memanfaatkan sisa waktu pendaftaran sebaik mungkin. Menurutnya, banyak kuota dari jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi yang tidak terisi pada tahap pertama kini dialihkan ke tahap kedua.

“Tidak semua jalur terisi karena distribusi pendaftaran tidak merata. Jadi, sisa kuota kami limpahkan,” jelas Warsim.

Baca Juga: Seleksi Tahap Dua SPMB SMP Negeri Kota Bekasi Diikuti Ribuan Siswa, 1.979 Kursi Diperebutkan

Warsim juga memastikan bahwa seluruh proses SPMB berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan tidak diskriminatif. Ia menegaskan tidak akan ada penambahan siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) melebihi batas yang ditentukan, yakni 44 siswa per kelas.

“Dapodik sudah mengunci. Jadi tidak ada 44 jadi 45 atau 46,” tegasnya.

Warsim mengonfirmasi bahwa Pemkot Bekasi tetap memberikan bantuan pendidikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap siswa penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp250 ribu per bulan, dan akan dievaluasi secara berkala.

“Kami pastikan tidak ada anak di Kota Bekasi yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Tahun lalu, kita bantu sekitar 3.800 siswa,” tutup Warsim.***