BEKASI.POJOKSATU.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi memastikan sistem Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 telah siap digunakan untuk pelaksanaan pendaftaran Tahap II melalui Jalur Domisili yang berlangsung pada 6–8 Juli 2026.
Tahapan ini menjadi kesempatan bagi sekitar 7.000 calon peserta didik yang belum berhasil lolos pada seleksi tahap pertama untuk kembali memperebutkan kursi di sekolah negeri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem setelah sempat terjadi gangguan saat penutupan pendaftaran Tahap I akibat tingginya jumlah pengguna yang mengakses laman hasil seleksi.
"Memang terjadi lonjakan akses secara bersamaan. Bahkan setelah pendaftaran ditutup pukul 21.00 WIB, masyarakat masih ramai mengakses sistem untuk melihat hasil seleksi," ujar Chondro, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menjelaskan, lonjakan trafik sempat meningkatkan beban server sehingga respons sistem menjadi lebih lambat. Dampaknya, sejumlah orang tua calon siswa mendatangi kantor Disdik maupun sekolah untuk meminta bantuan terkait akses sistem.
Meski demikian, Chondro menegaskan gangguan tersebut hanya berlangsung sekitar 10 menit sebelum berhasil dipulihkan oleh tim teknis.
"Downtime hanya sekitar 10 menit. Setelah itu sistem kembali normal dan bisa diakses lagi. Saat traffic tinggi, memang respons sistem sedikit menurun," katanya.
Data Disdik Kota Bekasi mencatat jumlah pendaftar SPMB Tahap I jenjang SD dan SMP negeri mencapai lebih dari 17 ribu peserta. Dari total tersebut, sekitar 10 ribu calon siswa dinyatakan lolos sesuai kuota dan persyaratan administrasi.
Baca Juga: Tri Adhianto Apresiasi Gerakan Bagi Bibit Pohon GUNTING, Dukung Target 3 Juta Pohon di Kota Bekasi
Sementara itu, sekitar 7 ribu peserta yang belum diterima masih memiliki peluang mengikuti seleksi pada Tahap II melalui Jalur Domisili.
Chondro menambahkan, Disdik terus melakukan penyempurnaan sistem agar pelaksanaan pendaftaran berikutnya berlangsung lebih lancar dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
"Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem agar pelaksanaan SPMB Tahap II berjalan lebih optimal dan masyarakat dapat mengakses layanan dengan lebih nyaman," ujarnya.***




