BEKASI.POJOKSATU.id - Implementasi Program Sekolah Adiwiyata di Kota Bekasi masih menemui sejumlah tantangan, mulai dari rendahnya pemahaman dan keterlibatan warga sekolah, keterbatasan dana dan fasilitas, hingga lemahnya pengawasan serta dukungan dari pihak-pihak terkait. Selain itu, belum seragamnya pemahaman tentang tujuan utama Adiwiyata juga menjadi kendala tersendiri.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yudianto, mengungkapkan bahwa di internal dinas pun terdapat hambatan, salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam memberikan pendampingan secara menyeluruh, termasuk kegiatan sosialisasi dan edukasi.
Guna mengatasi berbagai kendala tersebut, DLH Kota Bekasi telah melakukan beberapa upaya strategis seperti menyelenggarakan sosialisasi, memberikan pembinaan langsung kepada sekolah, membentuk forum komunikasi antar Sekolah Adiwiyata, serta memberikan penghargaan bagi sekolah yang dinilai berhasil menjalankan program ini.
Baca Juga: Ketua DPRD Kota Bekasi Minta Pemkot Pikirkan Dampak Korban Penggusuran
“Saat ini kami sedang melakukan pendampingan intensif kepada sekolah-sekolah calon Adiwiyata tingkat provinsi dan nasional. Fokus kami adalah memastikan seluruh dokumen administrasi dan indikator pemenuhan kriteria terpenuhi,” jelas Yudianto, Kamis, 8 Mei 2025.
Untuk memperluas cakupan gerakan ini, DLH merencanakan peningkatan kegiatan edukatif dan praktik lingkungan berkelanjutan di sekolah-sekolah. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program di lingkungan pendidikan masing-masing.
“Program Sekolah Adiwiyata adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Bekasi. Dengan melibatkan seluruh elemen sekolah, kita tengah menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan kepada generasi penerus. Kami berharap semakin banyak sekolah terinspirasi untuk bergabung dalam gerakan ini,” pungkasnya.
Baca Juga: Dishub Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Bekasi
Hingga saat ini, tercatat ada 128 sekolah di Kota Bekasi yang menyandang predikat Sekolah Adiwiyata. Rinciannya adalah 72 sekolah tingkat kota, 51 tingkat provinsi, 4 tingkat nasional, dan 1 sekolah dengan predikat Adiwiyata Mandiri. Angka ini menunjukkan komitmen yang semakin menguat dalam menciptakan lingkungan belajar yang peduli dan berbudaya lingkungan.***




