BEKASI.POJOKSATU.id - Keberadaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Kota Bekasi diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan masyarakat kurang mampu yang kesulitan mengakses layanan pendidikan formal.
Sekolah yang berlokasi di kawasan Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Kecamatan Bekasi Timur ini, menurut Anggota DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, perlu diprioritaskan untuk warga yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Sekolah Rakyat ini memang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Saya harap Pemkot Bekasi bisa benar-benar memprioritaskan warga yang terdaftar dalam DTKS,” ujar Evi, Rabu, 16 Juli 2025.
Baca Juga: MPLS di SRMA 13 Bekasi Libatkan Kodim dan Kemenag, Dorong Siswa Jadi Agen Perubahan
Evi mengungkapkan, pada tahun 2024, jumlah penduduk miskin di Kota Bekasi mencapai sekitar 128 ribu jiwa atau lima persen dari total populasi 2,5 juta jiwa. Menurutnya, kelompok ini harus menjadi prioritas dalam penerimaan layanan pendidikan dan kesehatan dari pemerintah.
“Kelompok lima persen ini harus diprioritaskan mendapat layanan pendidikan dasar, dan salah satunya melalui keberadaan Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat segera menindaklanjuti usulan tersebut demi menciptakan pemerataan akses pendidikan yang tepat sasaran di kalangan warga kurang mampu.***




