BEKASI.POJOKSATU.ID - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi berencana memanggil manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid atau RSUD Kota Bekasi dalam waktu dekat.
Pemanggilan tersebut dilakukan menyusul mencuatnya informasi mengenai utang RSUD Kota Bekasi yang mencapai sekitar Rp70 miliar.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, mengatakan bahwa rencana pemanggilan telah dibahas dalam rapat internal Komisi IV dan akan ditindaklanjuti melalui rapat kerja bersama mitra-mitra komisi, termasuk pihak manajemen RSUD.
Wildan menjelaskan, selain membahas persoalan utang, rapat tersebut juga akan menyoroti berbagai isu lain yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, Komisi IV perlu melakukan pendalaman secara menyeluruh terhadap persoalan yang menjadi perhatian publik, termasuk kondisi keuangan rumah sakit daerah tersebut.
Baca Juga: Manajemen Bantah Isu Kebangkrutan RSUD Kota Bekasi Akibat Utang Rp70 Miliar
Ia mengakui bahwa utang yang dimiliki RSUD Kota Bekasi bukanlah persoalan baru, melainkan akumulasi kewajiban yang terjadi dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, DPRD mendorong manajemen RSUD agar memiliki skema penyelesaian yang jelas dan terukur, baik melalui langkah efisiensi maupun pengelolaan anggaran yang lebih tepat.
Wildan menegaskan bahwa upaya penanganan utang RSUD Kota Bekasi harus dilakukan tanpa mengganggu kualitas dan keberlangsungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar kebijakan efisiensi yang diterapkan tidak berdampak pada aktivitas pelayanan medis.
Selain itu, DPRD Kota Bekasi memastikan akan terus mengawal proses penyelesaian utang tersebut agar berjalan sesuai dengan rekomendasi lembaga pengawas. Wildan menekankan bahwa tingginya tingkat kunjungan dan peran strategis RSUD sebagai fasilitas layanan kesehatan publik harus tetap menjadi prioritas utama.
“DPRD akan memastikan persoalan utang ini tidak sampai menghambat pelayanan di RSUD, mengingat tingkat kunjungan masyarakat sangat tinggi dan fungsi pelayanan kesehatan harus tetap optimal,” pungkasnya.***




