BEKASI.POJOKSATU.id - DPRD Kota Bekasi sampai saat ini masih melakukan pematangan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2025.

Pembahasan RAPBD oleh DPRD Kota Bekasi tahun anggaran 2025, berdasarkan pada laporan dari dinas terkait yang berperan dalam penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Keterangan itu disampaikan Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, yang memastikan bahwa pembahasan RAPBD 2025 kini sedang fokus pada aspek pendapatan.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi: Pengembang Hotel Harus Kantongi Semua Perizinan

"RAPBD tahun ini masih fokus pada laporan dari dinas-dinas penghasil PAD," ungkap Sardi Effendi saat dikutip, Kamis, 14 November 2024.

Menurutnya, proyeksi APBD Kota Bekasi untuk tahun 2025 diperkirakan mencapai angka Rp 6,4 triliun. Sementara 2024 lalu, PAD Kota Bekasi baru mencapai 67 persen dari target yang ditetapkan.

"Sehingga kita memerlukan rapat lanjutan untuk membahas lebih mendalam," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Minta Peningkatan PAD

Meski struktur belanja dan pembiayaan APBD 2025 belum ditentukan secara rinci, ia memastikan DPRD dan Pemerintah Kota Bekasi akan memprioritaskan sektor-sektor vital, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur publik.

"Setelah pembahasan pendapatan, kami akan melanjutkan dengan rapat mengenai pembiayaan dan belanja," ucapnya.

Saat ini DPRD Kota Bekasi telah menargetkan, agar pematangan pembahasan RAPBD tahun 2025 dapat disahkan paling lambat pada 30 November 2024 mendatang.***