POJOKSATU.id - Dua meriam kuno yang berada di gerbang lama Markas Kodim (Makodim) 0507 Kota Bekasi kemungkinan besar akan dipertahankan setelah proses revitalisasi.
Dua meriam tersebut kini sudah terpasang kembali dengan penyangga tembok beton yang dibalut marmer berwarna hitam.
Meriam berwarna emas tersebut berada tepat di depan Markas Kodim 0507 di Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan, dan saat ini lokasinya masih dalam proses perbaikan.
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bekasi akan melakukan kajian terhadap dua meriam kuno tersebut yang diduga merupakan benda peninggalan sejarah.
Baca Juga: Nekat Banget, Remaja Tawuran Tak Jauh dari Mapolres Metro Bekasi Kota
Ketua TACB Kota Bekasi, Ali Anwar, mengungkapkan dalam waktu dekat, timnya akan melakukan peninjauan awal di lokasi objek yang diduga sebagai cagar budaya.
"Saya menyebutnya sebagai objek cagar budaya karena saya dan teman-teman Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bekasi belum melakukan kajian terhadap dua meriam tersebut," tutur Ali, Senin, 24 Juli 2023.
Setelah peninjauan TACB berencana untuk mengadakan rapat koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Plt Wali Kota Bekasi, dan Komandan Kodim 0507/Bekasi.
Rapat tersebut dijadwalkan akan berlangsung setelah TACB melakukan peninjauan di lokasi, kemungkinan pekan ini.
Ali Anwar mengungkapkan bahwa ia telah mengagumi kedua meriam tersebut sejak tahun 1970-an setiap kali melintas di depan Makodim.
Namun, sejak pertengahan 2000-an, meriam-meriam tersebut tidak lagi terlihat dan bahkan diyakini telah menghilang.
Baca Juga: Korban Tewas Tawuran di Rawalumbu Sempat Dilindas Pikap Putih
Dalam obrolan ringan dengan rekan-rekan TACB, Ali pernah mengingatkan tentang dua meriam yang "raib" tersebut, namun belum ada informasi mengenai keberadaannya.
Namun, setelah bertanya kepada tukang yang sedang merenovasi, Ali mendapat kabar bahwa meriam-meriam tersebut dipindahkan dari sudut kiri depan Markas Kodim kembali ke tempat asalnya pada bulan Juli.
Ali juga menyebut bahwa saat melakukan penelitian tentang Bekasi Dibom Sekutu pada tahun 1984, ia sempat bertanya kepada beberapa pejuang Bekasi, termasuk M. Husein Kamaly di Bekasi Timur dan Muhammad bin H Rijan di Kampung Dua Kranji.
Mereka membenarkan bahwa meriam-meriam tersebut awalnya berada di Kampung Dua, Kranji. Kamaly menduga meriam-meriam tersebut merupakan peninggalan dari tentara VOC atau Hindia Belanda.
Baca Juga: Tak Punya Pekerjaan, 3 Pemuda Jadi Pengedar Ganja Seberat 14 Kilogram
Sementara Muhammad meyakini bahwa meriam-meriam tersebut digunakan oleh tentara Sekutu atau Belanda (NICA) untuk menyerang pasukan Republik Indonesia di Bekasi selama perang kemerdekaan pada tahun 1945.
Untuk memastikan sejarah dan asal-usul kedua meriam yang kini muncul kembali, Ali menyatakan bahwa semua pihak harus bersabar dan menunggu hasil kajian dari TACB Kota Bekasi. (Raiza Septianto/radarbekasi)***




