BEKASI.POJOKSATU.id - Dua orang jemaah calon haji (calhaj) perempuan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci lantaran kondisi kesehatan tak memungkinkan.

Dua jemaah calhaj itu berasal dari wilayah Kota Bekasi dan juga Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, menerangkan satu orang dari Kota Bekasi terkena demam berdarah dengue (DBD) dan satu orang lainnya dari Garut belum lama melaksanakan operasi.

Baca Juga: Kadisdik Kota Bekasi Masuk Bursa Bacawalkot Pilkada 2024

Tanti mengatakan jemaah calhaj yang terkena DBD tersebut langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdul Madjid (CAM) Kota Bekasi untuk mendapatkan perawatan terlebih dahulu.

Sementar calhaj asal Garut dikembalikan ke wilayah asalnya terlebih dahulu.

"Untuk saat ini keduanya tidak bisa melanjutkan terlebih dahulu dan harus mendapatkan perawatan," tegas dia.

"Untuk yang terkena DBD akan menjalankan perawatan terlebih dahulu dan nantinya akan menyusul ke kloter selanjutnya, sambil menunggu kondisi kesehatannya membaik," jelas dia.

Tanti mengakui kedua jemaah calhaj yang tidak dapat melanjutkan perjalanannya tersebut berjenis kelamin perempuan.

Baca Juga: KPU Kota Bekasi: Hanya Ada 1 Paslon Bakal Cawalkot Jalur Independen

"Yang post operasi tersebut diketahui pasangan suami-isteri dan yang bisa berangkat ke Tanah Suci itu suaminya," tutur dia.

Tanti menyebutkan jemaah calhaj yang terkena DBD diduga mengabaikan kesehatannya.

Sebab, pada saat dilakukan pemeriksaan mendalam di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi baru diketahui karena trombositnya menurun.

"Mungkin dia sudah mempunyai gejala-gejala, namun dibiarkan. Nah, setelah dilakukan pemeriksaan di Asrama Haji baru diketahui," demikian kata dia.***