POJOKSATU.id - Warga di Rawasemut mengeluhkan pelaksanaan proyek pembangunan saluran air di Kampung Rawasemut RT 9 RW 011, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Menurut warga, pelaksanaan proyek tersebut terlihat tidak profesional dan tidak mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seharusnya. Akibatnya, aktivitas warga terganggu.

Warga berharap bahwa perbaikan saluran air tersebut harus melibatkan pengangkutan tanah yang tepat. Mereka juga meminta agar plang nama proyek terpasang di lokasi.

Riki, pemilik kios sayur, mengungkapkan kerugian yang dideritanya akibat ketidakteraturan pelaksanaan proyek tersebut. Ia mengatakan, omzetnya turun hingga 70 persen selama 2 hari sejak proyek dimulai.

BACA JUGA: Lubang di Jalan Kalimalang dekat Pul Sinarjaya Berbahaya Bagi Pemotor

Ridwan, pemilik kios toko plastik juga mengeluhkan tumpukan tanah menyebabkan jalan tertutup dan menghalangi akses bagi warga yang menggunakan mobil.

"Kehadiran proyek ini membuat pembeli sulit masuk ke toko-toko yang terdampak proyek," ucap dia.

Ridwan juga mengungkapkan kekecewaannya, bahwa dampak dari pembangunan seharusnya biasa-biasa saja, tetapi justru merugikan warga dan pedagang.

Penulis: Ahmad Payruz - Radarbekasi.id
Editor: Andi Saddam