BEKASI.POJOKSATU.ID - Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran di SPBE di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, kembali bertambah. Hingga Kamis 16 April 2026, total korban jiwa dalam peristiwa tersebut menjadi lima orang.

Korban terbaru yang meninggal adalah Kosasih (65), yang menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dideritanya.

Ia merupakan salah satu korban selamat saat kejadian, namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, membenarkan kabar duka tersebut. “Benar korban meninggal bertambah atas nama Kosasih,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 16 April 2026.

Baca Juga: Info Loker Karawang Terbaru 2026: Gaji Tembus Rp5,8 Juta, Peluang Masih Terbuka di Sektor Industri

Kosasih merupakan ayah dari Aulia Putri Budiastuti dan Sapta Prihantono, yang lebih dahulu meninggal dunia akibat peristiwa yang sama.

Tragedi ini pun menjadi pukulan berat bagi keluarga, karena tiga anggota keluarga harus meregang nyawa dalam rentang waktu yang berdekatan.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Rabu 1 April 2026 dan menimpa rumah keluarga Kosasih yang berada tepat di seberang SPBE.

Saat kejadian, api dengan cepat membesar disertai ledakan yang membuat rumah mereka hangus terbakar.

Baca Juga: Stadion Wibawa Mukti Bangkit! Progres Perbaikan Capai 43 Persen, Target Rampung 2026

Dalam insiden itu, Kosasih bersama empat anaknya, yakni Aulia, Sapta, Dimas, dan Fajar, berada di dalam rumah.

Sementara sang istri, Isni, sedang menjalani terapi di luar rumah, dan anak sulung mereka, Aris, sudah tidak tinggal bersama.

Aulia menjadi korban pertama dari keluarga tersebut yang meninggal dunia pada Kamis 2 April 2026, disusul oleh adiknya, Sapta Prihantono, yang wafat pada Selasa 7 April 2026. Sapta diketahui merupakan siswa kelas X Teknik Mesin di SMKN 15 Kota Bekasi.

Sementara itu, dua anak lainnya, Dimas dan Fajar, berhasil selamat. Dimas masih menjalani perawatan medis, sedangkan Fajar telah diperbolehkan pulang.

Selain tiga anggota keluarga Kosasih, dua korban lain yang meninggal dunia dalam peristiwa ini adalah petugas keamanan SPBE, yakni Suyadi (62) dan Jaimun (61).

Tragedi kebakaran ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memicu perhatian publik terhadap aspek keselamatan di sekitar fasilitas penyimpanan bahan bakar seperti SPBE.

Dengan bertambahnya korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan standar keamanan yang ketat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.***