BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat dan ketahanan pangan melalui edukasi langsung di lingkungan sekolah.

Salah satunya dilakukan di SMAN 5 Pondok Gede, Kota Bekasi, dalam rangkaian sosialisasi program nasional yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah.

Kegiatan ini tidak hanya menyasar aspek pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Para siswa mendapatkan edukasi mengenai pola makan sehat, pemanfaatan sumber daya pangan, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga: 78 WNA Diciduk di Bekasi, Ada yang Pakai Visa Wisata untuk Kerja

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa edukasi sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang sadar akan kesehatan dan lingkungan.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkot Bekasi, 16 April 2026

Menurutnya, sekolah menjadi tempat strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut karena generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan pangan dan lingkungan.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama di kalangan pelajar.

Baca Juga: Pedagang Menjerit! Harga Plastik Melonjak hingga 60 Persen, Warteg dan Pasar Terpukul

Melalui program ini, diharapkan siswa tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang baik, tetapi juga memahami pentingnya pola konsumsi yang sehat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan bahwa edukasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” katanya.

Selain edukasi di sekolah, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan peninjauan pasar murah dan kegiatan ketahanan pangan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada satu sektor, tetapi menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Melalui pendekatan edukatif ini, pemerintah berharap kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan lingkungan yang sehat dapat tumbuh sejak dini.

Dengan demikian, generasi muda di Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.***