BEKASI.POJOKSATU.id – Fenomena “Rojali” (Rombongan Jarang Beli) dan “Rohana” (Rombongan Hanya Nanya) yang kerap terlihat di pusat perbelanjaan ternyata tak dianggap negatif. Sebaliknya, kehadiran mereka justru dinilai memberi dampak positif karena turut meningkatkan jumlah kunjungan dan aktivitas ekonomi di mal.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bekasi, Djaelani, menyatakan bahwa perilaku pengunjung seperti ini sudah berlangsung sejak lama. Ia menyebut bahwa tidak semua orang yang datang ke pusat perbelanjaan bertujuan untuk belanja, namun tetap memberikan kontribusi ekonomi melalui aktivitas seperti membayar parkir, makan di tenant F&B, atau membeli minuman ringan.

“Fenomena ini bukan hal baru. Tapi kehadiran mereka tetap membuat mal terasa hidup. Bahkan hanya dengan nongkrong, pengunjung sudah menciptakan traffic yang menarik,” ujar Djaelani.

Baca Juga: The Palace Jeweler Resmikan Gerai Terbaru di Living World Grand Wisata Bekasi, Ada Promo Spesial

Ia menambahkan bahwa perubahan perilaku konsumen sekarang dipengaruhi oleh pergeseran antara belanja fisik dan belanja online. Meskipun begitu, peluang transaksi tetap terbuka bagi tenant yang mampu menggaet minat konsumen.

“Semua orang yang datang pasti membawa uang, tinggal bagaimana tenant mengemas strategi agar bisa menarik mereka untuk berbelanja,” imbuhnya.

Sementara itu, Peneliti Institute Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro, melihat bahwa fenomena Rojali dan Rohana lebih mencerminkan pola konsumsi baru ketimbang masalah daya beli. Menurutnya, banyak konsumen kini memanfaatkan mal sebagai ruang eksplorasi sebelum memutuskan belanja secara daring, terutama karena pertimbangan harga.

“Mal kini lebih sering dijadikan tempat melihat-lihat barang secara langsung, lalu dibeli secara online. Kecuali bagi konsumen loyal, kebiasaan ini sudah menjadi hal umum,” jelas Riko.***