BEKASI.POJOKSATU.id – Pasca tragedi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Bekasi Timur, Pemerintah Kota Bekasi mulai menyiapkan langkah konkret. Salah satu yang jadi prioritas adalah pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa flyover tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang selama ini dikenal rawan.
“Flyover Bulak Kapal ini prioritas. Kita tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi,” kata Tri usai menghadiri doa bersama korban kecelakaan, Senin 4 Mei 2026.
Menurutnya, rencana pembangunan saat ini tengah dibahas bersama pemerintah pusat, termasuk dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono. Tahapan pembebasan lahan pun sedang dikebut.
“Nilai pembebasan lahannya sekitar Rp116 miliar. Kita targetkan bisa selesai akhir Mei,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga langsung bergerak di lapangan. Sejumlah perlintasan sebidang, khususnya di Bulak Kapal dan Ampera, kini dijaga lebih ketat oleh petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan, mengingat masih banyak perlintasan yang pengamanannya dilakukan secara manual.
Baca Juga : 17 Korban KRL Masih Dirawat, KAI Pastikan Pendampingan
“Ke depan harus pakai sistem elektrikal. Penjaga pintu perlintasan juga harus punya kompetensi, tidak bisa sembarangan,” jelas dia.
Pemkot Bekasi pun berencana mengirimkan puluhan petugas untuk mengikuti pelatihan penjaga pintu perlintasan agar lebih profesional dan sesuai standar keselamatan.
Tak hanya itu, perlintasan ilegal juga menjadi perhatian. Tri memastikan jalur-jalur tidak resmi, termasuk di wilayah Kranji, akan segera ditutup.
“Lebih baik mutar sedikit daripada mempertaruhkan nyawa,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tri juga menyampaikan duka mendalam atas peristiwa yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Ia memastikan pemerintah hadir untuk menjamin hak para korban, baik santunan bagi ahli waris maupun perawatan bagi korban luka.
“Ini jadi pengingat bagi kita semua. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas,” tegas Tri.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkot Bekasi berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan sistem keselamatan transportasi di Kota Bekasi bisa semakin baik ke depannya.***




