POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Persatuan Pemuda Burangkeng Peduli Lingkungan (Prabu PL) Carsa Hamdani sudah bertahun-tahun menjadi yang terdepan dalam advokasi lingkungan hidup, terlebih di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah(TPAS) Burangkeng.
Prabu PL tidak sendiri, tetap juga menggandeng para pemuda desa seperti Karang Taruna Desa Burangkeng dan Komunitas Jati Bersatu.
Ketua Prabu PL Carsa Hamdani menjelaskan bukan tidak mungkin ada penumpang gelap yang mencatut nama warga terdampak TPAS Burangkeng.
Dia mengungkapkan akhir-akhir ini muncul gerakan baru di wilayah TPAS Burangkeng yang mengatasnamakan warga.
"Memang ada gerakan baru dan itu benar mengatasnamakan atau mewakili masyarakat khususnya warga sekitar TPAS Burangkeng, maka setidaknya pihak karang taruna, komunitas lokal, RT, RW, bahkan warga sekitar TPA Burangkeng mengetahui," kata dia melalui keterangan resmi, Jumat, 13 Januari 2023.
BACA JUGA: Keresahan Warga Kampung Jati Dipicu Kehadiran TPAS Burangkeng
"Sehingga Kami semua juga akan membantu sepenuhnya jika gerakan itu positif sebagai penyalur aspirasi warga dan dampaknya bisa membantu masyarakat di sekitar yang terdampak TPA Burangkeng," kata dia.
Carsa mendapat keluhan karena banyak warga yang tidak mengetahui adanya gerakan tersebut dan bahkan membuat warga menjadi resah.
"Tanpa sosialisasi panjang atau setidaknya ada fakta konkret siapa yang terlibat dan apa yang telah diperjuangkan, menjadikan gerakan tersebut seolah gerakan separatisme memecah belah warga," kata dia.
Yang anehnya lagi, tegas Carsa, gerakan tersebut seperti memanfaatkan momentum yang selama ini sudah bertahun-tahun diperjuangkan oleh para pemuda lokal baik komunitas Prabu, Karang Taruna Desa Burangkeng, dan Komunitas Jati Bersatu yang sesungguhnya di masyarakat sekitar TPAS Burangkeng sudah tidak asing lagi dengan nama tersebut.
"Ada segelintir oknum yang memanfaatkan kekacauan, sangat disayangkan," kata Carsa.
BACA JUGA: Longsoran Sampah TPAS Burangkeng Tutup Akses Jalan Warga
Carsa menjelaskan diduga ada gerakan provokatif dengan sengaja memancing di air keruh dengan mengatasnamakan warga sekitar TPAS Burangkeng, yang warga sekitar justru tidak tahu-menahu adanya gerakan tersebut.
Tidak menutup kemungkinan jika memang ada Provokator membuat Kerusuhan dan melakukan Penghasutan yang sengaja mengadu domba warga sekitar TPA Burangkeng.
"Maka itu bahaya dan kami harap para penegak hukum dapat membaca dan menganalisa itu sebagai pengganggu stabilitas keamanan wilayah kami," demikian kata dia. (PS)




