BEKASI.POJOKSATU.ID - Program mudik motor gratis 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan langsung diserbu pemudik sejak hari pertama pendaftaran dibuka pada 1 Maret 2026.

Tingginya minat masyarakat membuat kuota awal cepat terisi dan layanan di Stasiun Bekasi dipadati pendaftar.

Sejak pagi, antrean calon peserta sudah terlihat di posko pendaftaran.

Baca Juga: Estetika Kota Rusak, Taman Tak Lagi Jadi Ruang Santai Akibat Parkir Sembarangan

Banyak warga memilih datang langsung untuk memastikan mendapatkan kuota pengangkutan sepeda motor sekaligus tiket penumpang yang disediakan secara gratis.

Lonjakan pendaftar ini disebut sebagai puncak awal antusiasme masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Koordinator Petugas Motis Stasiun Bekasi, Rizki Prasetya, mengatakan membeludaknya pendaftar terjadi karena pada hari-hari pertama kuota masih tersedia dalam jumlah besar.

Baca Juga: Komisi XIII DPR RI Desak Polisi Usut Tuntas Pembunuhan Ermanto hingga Aktor Intelektual

“Dari hari pertama sampai hari ini masih banyak warga yang melakukan pendaftaran, hari puncak ibaratnya. Karena kan kuotanya masih banyak,” ujar Rizki, di Bekasi, Rabu 4 Maret 2026.

Menurut Rizki, program Motis menjadi alternatif utama bagi pemudik yang tidak kebagian tiket kereta api reguler.

Keterbatasan tiket arus mudik mendorong masyarakat beralih ke layanan pengiriman motor gratis ini.

Baca Juga: Layanan BPJS Ketenagakerjaan hadir di Bazar Ramadhan Kota Bekasi

“Jadi, mereka terakhir pilihannya ke sini. Karena di sini kami menyediakan fasilitas pengiriman motor dan juga penumpangnya secara gratis,” jelasnya.

Dalam skema tahun ini, kuota pengangkutan dibatasi sebanyak 850 unit sepeda motor per hari.

Pendaftaran dibuka mulai 1 hingga 29 Maret 2026, sementara jadwal pemberangkatan berlangsung pada 13 hingga 29 Maret 2026.

“Kalau untuk kuota pengangkutan itu per hari dibatasi. Dengan kuota perjalanannya itu 850 motor sehari,” kata Rizki.

Secara nasional, kuota Motis 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Belanja di Summarecon Mall Bekasi Berhadiah Umrah, Ini Syarat dan Periodenya

Total kuota mencapai 11.900 unit sepeda motor dengan kapasitas penumpang sekitar 21.000 orang.

“Kuotanya tahun ini jauh lebih banyak. Ada di angka 11.900 untuk sepeda motornya. Dan penumpang itu sekitar 21.000 kalau tidak salah,” ujarnya.

Khusus di Stasiun Bekasi, hingga saat ini sudah sekitar 700 hingga 800 pendaftar dilayani.

Baca Juga: Sahur Tanpa Nasi Aman atau Berbahaya? Dokter Gizi Ungkap Fakta Sebenarnya

Antusiasme tersebut bahkan berdampak pada sistem pendaftaran daring yang sempat sulit diakses akibat lonjakan pengguna dalam waktu bersamaan.

“Kalau melalui online kan memang servernya itu terbatas. Jadinya kayak susah untuk masuknya,” katanya.

Ia menyarankan masyarakat untuk tetap bersabar dan mencoba mengakses laman pendaftaran pada waktu tertentu agar peluang mendapatkan kuota lebih besar.

Baca Juga: Kapolsek Medansatria Resmi Berganti, AKP Tri Baskoro Gantikan Kompol Rusit Malaka

Bagi pendaftar offline, calon peserta wajib mengambil nomor antrean dan melengkapi dokumen seperti SIM, KTP, STNK, Kartu Keluarga, serta foto sepeda motor dari empat sisi.

Rizki juga mengingatkan bahwa motor listrik tidak diperbolehkan dalam program ini.

“Dan yang paling terpenting tidak boleh membawa motor listrik,” tegasnya.

Tingginya minat masyarakat terhadap Motis menunjukkan kebutuhan akan alternatif mudik yang aman dan terjangkau.

Selain membantu pemudik menghemat biaya, program ini juga dinilai efektif mengurangi risiko kecelakaan akibat perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor.

Antusiasme yang meledak sejak hari pertama menjadi sinyal kuat bahwa Motis 2026 kembali menjadi primadona arus mudik tahun ini.***