BEKASI.POJOKSATU.id – Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi pada Senin, 4 Agustus 2025, sore. Akibatnya, enam titik permukiman tergenang air dengan ketinggian mencapai satu meter. Satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat terpaan angin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat, genangan terdalam terjadi di Perumahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede. Lokasi ini menjadi perhatian khusus karena kerap dilanda banjir saat hujan lokal intens mengguyur wilayah sekitarnya.

“Hujan lokal yang cukup lebat terjadi di wilayah Pondokgede, yang memang memiliki beberapa titik langganan genangan,” ujar Aditya, Koordinator Wilayah Bekasi Timur dan Bekasi Utara BPBD Kota Bekasi.

Baca Juga: Wali Kota Cup 2025 Jadi Ajang Cetak Bibit Atlet Muda Kota Bekasi

Selain Jatibening Baru, lima titik lain yang terdampak genangan meliputi Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatibening Permai, Komplek TNI AL Jati Kramat, Komplek PAM Jaya, dan Perumahan Dosen IKIP. Ketinggian air di kawasan tersebut berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter.

“Genangan yang terjadi bervariasi, mulai dari 30 hingga 100 sentimeter, dan sebagian besar berada di perumahan dengan kontur tanah rendah,” jelas Aditya.

Untuk mempercepat penyusutan air, dua unit pompa dioperasikan sejak pukul 16.52 WIB di kawasan Nasio. Petugas BPBD juga melakukan pemantauan intensif di wilayah-wilayah rawan sebagai langkah antisipasi hujan susulan.

Cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan ringan pada atap rumah warga di Kampung Bojong Tua RT003/RW001, Kelurahan Jati Makmur, Pondokgede. BPBD merespons cepat dengan menyalurkan bantuan berupa terpal kepada warga terdampak.

Baca Juga: Wawali Bekasi Buka Wali Kota Cup Futsal dan Basket 2025 untuk Pelajar se-Kota Bekasi

“Begitu kami dapat laporan dari wilayah, petugas langsung turun dan menyalurkan bantuan terpal. Ini bagian dari respon cepat kami di lapangan,” kata Aditya.

Pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Jalan Raya Jati Makmur RT001/RW013. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan warga sekitar untuk membuka kembali akses jalan yang sempat tertutup.

Aditya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. “Warga diminta segera melapor ke call center BPBD apabila terjadi kondisi darurat seperti genangan tinggi atau pohon tumbang,” demikian kata dia.***