BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Perhubungan Kota Bekasi resmi menerapkan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas menyusul penutupan total Simpang Kemang akibat pekerjaan pemasangan steel box girder pengganti jembatan.

Penutupan berlangsung mulai 26 Februari hingga 6 Maret 2026.

Kebijakan ini berdampak pada arus kendaraan dari dan menuju Kemang Pratama, Galaxy, Jatiasih, hingga Tol Barat.

Baca Juga: Safari Ramadan, Kapolsek Bekasi Barat Ajak Warga Perangi Tawuran

Untuk itu, Dishub meminta masyarakat mencermati jalur alternatif yang telah disiapkan guna menghindari kemacetan parah di sekitar lokasi proyek.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Syafruddin, menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan untuk memastikan mobilitas warga tetap berjalan meski simpang tersebut ditutup total.

“Kami melakukan MRLL dalam pekerjaan erection steel box girder pengganti jembatan Kemang dengan tutup total terhitung 26 Februari sampai 6 Maret 2026,” ujar Syafruddin, dikutip dari Radar Bekasi, Jumat 27 Februari 2026.

Baca Juga: Bikin Buka Puasa Makin Segar! Chef Devina Hermawan Bocorkan 3 Resep Minuman Viral yang Simpel tapi Rasanya Mewah

Berikut daftar pengalihan arus yang perlu dicatat pengguna jalan.

Kendaraan dari Kemang Pratama menuju Pekayon atau Tol Barat dialihkan melalui Bundaran Jalan Niaga, kemudian melintasi Jalan Kemang Pratama, Jalan Siliwangi, dan keluar ke Jalan Pekayon Tol Barat.

Sementara itu, kendaraan dari arah Galaxy atau Jatiasih menuju Jalan Kemang Pratama dialihkan melalui Jalan Raya Pekayon, kemudian ke Jalan Pulo Ribung, Jalan Ki Ijo Bin Beih, Jalan Pekayon, Jalan Ahmad Yani, Jalan Siliwangi, hingga akhirnya menuju Jalan Kemang Pratama.

Baca Juga: Step by Step Cara Pendaftaran Mudik Gratis Kota Bekasi 2026

Adapun kendaraan dari Tol Barat atau Pekayon yang hendak menuju Galaxy atau Jatiasih dialihkan melalui Jalan Raya Pekayon, Jalan Pulo Ribung, Jalan Ki Ijo Bin Beih, dan kembali ke Jalan Pekayon atau Tol Barat sesuai arah tujuan.

Pengendara diimbau memperhatikan rambu-rambu sementara dan arahan petugas di lapangan.

Dishub bersama Satlantas Polres Metro Bekasi Kota akan menempatkan personel di sejumlah titik krusial untuk membantu kelancaran arus lalu lintas.

“Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Metro Bekasi Kota akan menempatkan petugas pengatur lalu lintas dan akan melakukan evaluasi bersama secara berkala terhadap dampak penutupan simpang tersebut,” jelas Syafruddin.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengatur waktu perjalanan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Baca Juga: Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka 1 Maret, Jangan Ketinggalan

Penutupan simpang yang menjadi salah satu titik vital penghubung kawasan tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan, terutama pada hari kerja.

Dishub memastikan rekayasa lalu lintas akan terus dievaluasi selama masa penutupan berlangsung.

Jika ditemukan titik kemacetan baru akibat pengalihan arus, penyesuaian skema akan segera dilakukan.

Dengan adanya informasi ini, pengguna jalan diharapkan dapat merencanakan rute perjalanan lebih awal dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah ditentukan.

Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa penutupan bersifat sementara demi kelancaran proyek penggantian jembatan yang bertujuan meningkatkan keselamatan dan kualitas infrastruktur di kawasan tersebut.***