POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melihat masih ada kekurangan di beberapa stasiun Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang berada di wilayah Kota Bekasi.

Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menemui beberapa kekurangan pada stasiun LRT.

"Terdapat beberapa kekurangan yang masih perlu diperbaiki," ujar Tri kepada media, Senin, 17 Juli 2023.

Tri menyebutkan tantangan di Stasiun LRT Jatimulya adalah karena berada di komplek perumahan, sehingga diperlukan komunikasi yang intensif dengan pihak pengembang.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Sambut Baik Keberadaan LRT: 60 Persen Warga Bekasi ke Arah Jakarta

"Sementara itu, untuk Stasiun Bekasi Barat di Revo Town tantangannya adalah bagaimana jalur yang menuju ke Jalan Ahmad Yani, di sisi selatan dekat dengan apartemen Mutiara, masih menghadapi kendala pembebasan lahan," jelas dia.

"Kami terus berkomunikasi dengan Menteri dan Kejaksaan Agung agar ada upaya percepatan dalam pembebasan lahan," sambung Tri.

Pembebasan lahan masih dalam proses konsinyasi di pengadilan. Tri berharap ada keputusan agar aksesnya lebih mudah.

Di Stasiun Cikunir 2, masih terdapat persoalan terkait pengembangan yang belum terselesaikan, yaitu beberapa bangunan liar yang belum dapat diselesaikan, meskipun secara kepemilikan milik Jasa Marga.

Baca Juga: Daftar Angkot Menuju Stasiun LRT Jabodebek di Kota Bekasi, Jangan Sampai Salah Naik

"Di Stasiun Cikunir 1, terdapat tanjakan curam sehingga hanya terdapat jalan selebar 5 hingga 6 meter saja. Masuk ke Transpatriot menjadi terkendala tersendiri, sehingga masih mengandalkan angkot yang ada," tutur dia.

Tri menekankan masyarakat yang telah menggunakan transportasi modern seperti LRT seharusnya tidak perlu naik ojek lagi setelah turun dari LRT. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat.

"Saya harapkan masyarakat yang masih menggunakan transportasi pribadi segera beralih menggunakan transportasi umum," demikian kata dia.***