BEKASI.POJOKSATU.ID - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kota Bekasi tidak hanya membahas capaian layanan kesehatan, tetapi juga inovasi sosial dan tantangan lingkungan di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyebut masih ditemukannya kebiasaan membakar sampah sebagai isu yang perlu perhatian serius. Ia menilai praktik tersebut berpotensi memicu penyebaran penyakit menular, termasuk meningkatnya kasus DBD (Demam Berdarah) maupun penyakit lain akibat limbah dan genangan air kotor.

“Kota sehat bukan hanya soal fasilitas medis, tapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan lingkungan secara bermartabat,” ujar Tri, Jumat, 28 November 2025.

Baca Juga: HKN Ke-61: Pemkot Bekasi Ajak Warga Jadikan Hidup Sehat sebagai Budaya Kota

Ia kemudian mengapresiasi Puskesmas Karang Kitri yang dinilai berhasil menghadirkan program kolaboratif berbasis gotong royong warga, salah satunya melalui iuran Rp10.000 per rumah untuk layanan sedot WC gratis dan pembenahan instalasi IPAL komunal (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) yang dikelola melalui koordinasi masyarakat.

Program tersebut, menurut Tri, menjadi model pelayanan kesehatan berbasis kemandirian, sekaligus contoh inovasi yang memperkuat solidaritas sosial warga dalam mengelola limbah domestik demi kesehatan publik.

Ia menegaskan bahwa penghargaan Kota Sehat bukan sekadar seremonial prestasi, melainkan cerminan kebiasaan dan cara pandang dalam melayani serta menghormati warga. Menurutnya, budaya kesehatan dan kepedulian lingkungan harus terus dirawat sebagai karakter kota.

Baca Juga: Kolaborasi Titan dan Monitor ERP Gelar Turnamen Sepak Bola Disambut Antusias Peserta

Pada puncak acara, dukungan yang disuarakan Wawali Abdul Harris Bobihoe serta kehadiran Ketua DPRD Kota Bekasi makin menegaskan komitmen bersama dalam mendorong warga agar lebih proaktif menjalani pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan, bukan hanya untuk hari ini, tetapi sebagai gerakan jangka panjang bagi Kota Bekasi.***