BEKASI.POJOKSATU.id - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberian susu tidak diwajibkan setiap hari karena keterbatasan pasokan yang belum merata di seluruh daerah Indonesia.
"Minimal satu kali seminggu. Susu bukan menu wajib karena distribusi susu belum merata di berbagai wilayah," ujar Hasan belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa distribusi susu dalam program ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Kenapa Tidak Ada Susu pada Menu Makan Bergizi Gratis?
Di daerah yang bukan penghasil susu sapi, susu diberikan sekali seminggu, sedangkan di wilayah dekat peternakan atau pabrik susu, pemberian susu bisa dua hingga tiga kali seminggu.
"Saya tanya Kepala SPPG, mereka biasanya memberikan susu pada hari tertentu, seperti di Cimahi, yang menyediakannya hari Senin," jelas Hasan.
Di Cimahi, Jawa Barat, salah satu SPPG bahkan menggunakan botol kaca untuk susu guna mengurangi limbah plastik.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Berlangsung di Kota Bekasi, Bermula di Jatiasih
Hasan menjelaskan hal ini dapat dilakukan karena daerah tersebut memiliki peternakan atau pabrik susu yang mendukung logistik tersebut.***




