BEKASI.POJOKSATU.id – Rencana pengembangan transportasi massal di Jabodetabek memasuki fase baru. Dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Transportasi Jakarta dan Wilayah Sekitarnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama kepala daerah Bekasi, Bogor, dan Tangerang Selatan menyepakati percepatan konektivitas antarkota melalui integrasi moda transportasi publik.

Beberapa program prioritas yang dibahas meliputi perluasan jaringan MRT dan LRT hingga Bekasi dan Tangerang Selatan, serta rencana pembangunan koridor MRT timur–barat.

Pemprov DKI juga menargetkan ekspansi rute Transjakarta ke wilayah penyangga serta penguatan sistem Transit Oriented Development (TOD) di kawasan strategis seperti Blok M, Bundaran HI, dan Dukuh Atas.

Baca Juga: Kepala Daerah Jabodetabek Sepakat Perkuat Kolaborasi Wujudkan Transportasi Terpadu dan Berkelanjutan

Selain itu, Pemprov DKI memperluas program pembebasan tarif transportasi publik bagi 15 kategori masyarakat pengguna MRT, LRT, dan Transjakarta, guna mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap transportasi umum.

“Konektivitas terbaik sudah mulai terbentuk. Kini saatnya memastikan keberlanjutan dan pemerataan manfaatnya bagi seluruh warga Jabodetabek,” ujar Gubernur Pramono.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjadikan Jabodetabek sebagai wilayah metropolitan modern dengan sistem transportasi yang inklusif, efisien, dan ramah lingkungan.***