BEKASI.POJOKSATU.id - Jalan Raya Narogong di Kota Bekasi mempunyai julukan sebagai jalur tengkorak.

Jalan yang membentang dari Rawalumbu sampai dengan perbatasan dengan Cileungsi, Kabupaten Bogor, ini banyak truk dan kendaraan yang melaju dalam kecepatan tinggi.

Selain itu kontur Jalan Raya Narogong di beberapa titik tidak rata, serta terdapat kerusakan yang membuat pengendara roda dua rawan kecelakaan.

Baca Juga: 5 Fakta Kasus Penganiayaan Terhadap Korban Kecelakaan di Tambun

Kepala Unit Penegakan Hukum Unit Laka Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Suwandi, mengatakan ada 851 kecelakaan terjadi di Kota Bekasi periode Januari sampai dengan September 2023.

Dari angka itu, ada 51 korban jiwa, 117 korbab luka berat, dan korban luka ringan 880 orang. Meski menyebut Jalan Raya Narogong sebagai paling rawan kecelakaan, dia tidak merinci berapa kejadian kecelakaan terjadi di jalan tersebut.

"Terus jalan raya itu kan bergelombang biasanya, rata rata pengguna jalan itu kan yang semula mendahului dari sebelah kiri, kemudian turun ke jalan tanah naik lagi ke jalan raya, jalan bergelombang sering terpleset terjatuh sehingga diterima oleh kendaraan yang berasal dari kanan," ucap dia, Jumat, 20 Oktober 2023.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Kakak dan Adik di Tambun, Polisi Sudah Amankan Pelajar yang Senggol

Lanjut dia, kecelakaan bisa terjadi karena faktor manusia, faktor kendaraan sampai dengan faktor alam.

"Faktor manusia itu kan banyak ada yang lelah, mengantuk ataupun bermain handphone," kata dia.

Suwandi meminta kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara di jalanan, karena keselamatan yang paling utama bukan kecepatan.

"Sehingga faktor faktor tadi amat perlu diperhatikan, agar kejadian laka di Kota Bekasi bisa terhindarkan," tutup Suwandi.***