BEKASI.POJOKSATU.id — Minat masyarakat Kota Bekasi terhadap penggunaan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga terus meningkat. Warga menilai penggunaan jargas lebih hemat dan praktis dibandingkan gas LPG tabung.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, PT Sinergi Patriot Bekasi (Perseroda) mengajukan penambahan sebanyak 20 ribu sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Sinergi Patriot Bekasi, M. Aldo Sirait, saat mendampingi kunjungan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertagas Niaga di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jumat (22/5/2026).
“Sinergi Patriot sudah mengajukan penambahan 20 ribu sambungan rumah jargas ke ESDM untuk wilayah Kota Bekasi. Kami berharap ada dorongan dari BPH Migas agar usulan ini bisa segera direalisasikan,” kata Aldo.
Menurut Aldo, penggunaan jaringan gas bumi kini semakin diminati masyarakat karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya, aman, dan ramah lingkungan.
Selain mengandalkan dukungan pemerintah pusat, pihaknya juga tengah mengupayakan pengembangan sambungan jargas melalui berbagai skema kerja sama investasi, baik dengan pihak swasta maupun pemerintah.
“Kami ingin masyarakat Kota Bekasi semakin mudah mendapatkan akses energi gas bumi yang lebih efisien. Karena itu perlu kolaborasi semua pihak agar pengembangan jargas bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Saat ini, PT Pertagas Niaga bersama PT Sinergi Patriot Bekasi tercatat mengelola sebanyak 4.857 sambungan rumah jaringan gas di Kota Bekasi.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyambut positif tingginya minat masyarakat terhadap penggunaan jargas rumah tangga di Kota Bekasi.
Baca Juga: Cegah Penyebaran HIV di Kota Bekasi, Puluhan Penghuni Apartemen Center Point Jalani Pemeriksaan
Menurutnya, pengembangan jaringan gas rumah tangga membutuhkan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga badan usaha agar layanan bisa terus berkembang.
“Kami sudah menerima berbagai aspirasi masyarakat yang ingin menggunakan jargas. Skema pembiayaannya sedang dirumuskan, bisa melalui APBN maupun APBD,” ujar Wahyudi.
Ia memastikan pasokan gas bumi di wilayah Bekasi masih mencukupi untuk mendukung penambahan sambungan baru tersebut.
Di sisi lain, warga yang telah menggunakan jargas mengaku merasakan manfaat ekonominya secara langsung. Ketua RW 037 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Bambang Suharyono, mengatakan penggunaan jargas jauh lebih hemat dibandingkan LPG tabung.
“Sekarang minat warga sangat tinggi. Kalau biaya pemasangan lebih terjangkau, potensinya bisa puluhan ribu rumah tangga di Rawalumbu,” katanya.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Sutaryoto, yang mengaku lebih nyaman menggunakan jargas karena tersedia selama 24 jam tanpa perlu mengganti tabung gas.
“Kalau dulu pakai LPG suka repot, sekarang lebih praktis dan hemat,” ucapnya.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, jaringan gas bumi juga dimanfaatkan Masjid Jami Al Hikmah di Bojong Rawalumbu guna mendukung kegiatan sosial Jumat Berkah yang rutin menyediakan ratusan paket makanan bagi warga sekitar.
Melalui sinergi antara BPH Migas, Pertagas Niaga, dan PT Sinergi Patriot Bekasi, perluasan jaringan gas bumi di Kota Bekasi diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.***




