POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Darurat sampah telah terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi, Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng beberapa kali mengalami longsor.
Selain itu terdapat penolakan dari warga sekitar TPAS Burangkeng atas truk yang melewati perkampungan mereka.
Hal ini turut berkontribusi pada mandeknya pembuangan sampah ke tempat tersebut sehingga masyarakat pun berdampak.
Dani menyebut strategi darurat sampah dilakukan dengan menggenjot petugas persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi secara secara nonstop.
“Jadi petugas kita itu, Senin sampai Jumat mengangkut sampah dari rumah warga, dari pasar dan dari pabrik," kata dia, baru-baru ini.
: Jalan Umum Terganggu Aktivitas Bongkar Sampah TPAS, Lurah Burangkeng Usul Jalan Baru
"Sedangkan Sabtu dan Minggu mereka mengangkut sampah dari sungai, terus begitu. Karena seminggu terlewat saja, sampah sudah penuh,” tutur dia.
Dani menyebut penanganan tersebut begitu penting lantaran Bekasi merupakan wilayah hilir. Tiap hari ada 600 ton sampah ke TPAS Burangkeng. (pojoksatu.id)




