BEKASI.POJOKSATU.id - Dinas Pendidikan Kota Bekasi tidak ingin ada kasus siswa meninggal akibat permainan tradisional kuda tomprok terulang lagi.

Kepala Disdik Kota Bekasi Uu Saeful Mikdar meminta sekolah mengawasi peserta didik dari hal semacam itu.

"Peristiwa hingga merenggut nyawa siswa dalam sebuah permainan di sekolah tidak boleh terulang lagi," ucap Uu Saeful Mikdar saat dihubungi bekasi.pojoksatu.id, Selasa, 21 November 2021.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bekasi Rabu 22 November 2023: Potensi Berawan Sepanjang Hari

Pihaknya meminta kepada sekolah-sekolah untuk melakukan pengawasan dan juga memonitor kegiatan serta permainan para siswa-siswi.

"Jangan sampai pihak sekolah tidak melakukan pengawasan dan juga bimbingan kepada para siswa," ucap dia.

“Penyelasaian hukumnya dituntaskan secara penuh kekeluargaan dengan orang tua almarhum didampingi ketua RT,” demikian kata dia.

Baca Juga: Penambahan Jadwal Keberangkatan LRT Jabodebek Lengkap, Simak Ya

Dalam insiden permainan kuda tomprok itu, siswa kelas VIII bernama Muhammad Alfiansyah meninggal dunia. Dia tidak sadarkan diri dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Takdir berkata lain, nyawanya tidak terselamatkan.***