BEKASI.POJOKSATU.id -  PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkapkan bahwa hingga Selasa, 28 April 2026, sebanyak lima korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur telah berhasil diidentifikasi.

Peristiwa tragis tersebut melibatkan Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi yang terjadi di area Stasiun Bekasi Timur.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa dari total 14 korban meninggal dunia, baru sebagian yang berhasil teridentifikasi.

“Tercatat 9 penumpang meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Polri, sementara korban lainnya berada di sejumlah rumah sakit di Bekasi,” ungkap Anne.

Baca Juga: Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi, 14 Orang Meninggal

Meski demikian, ia tidak merinci identitas para korban yang telah terdata. Anne memastikan bahwa seluruh korban meninggal merupakan penumpang Commuter Line.

“Semua korban yang meninggal dunia wanita yang kami lihat produktif, baik kuliah dan bekerja,” ujarnya.

Sementara itu, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan, terutama terhadap rangkaian Commuter Line yang masih berada di peron satu Stasiun Bekasi Timur.

“Kami berupaya terus melakukan evakuasi rangkaian Commuter Line yang masih berada di peron satu Stasiun Bekasi Timur,” tutupnya.***