BEKASI.POJOKSATU.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan kesiapan layanan trauma healing bagi korban kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur. Fasilitas ini disediakan sebagai bentuk dukungan psikologis bagi korban maupun keluarga yang terdampak.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa penanganan tidak hanya difokuskan pada aspek medis, tetapi juga pemulihan mental para korban.
“Kami memahami dampak kejadian ini tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis. Karena itu, layanan trauma healing kami hadirkan bagi pelanggan dan keluarga,” ujarnya, Selasa, 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sebagian besar korban kini telah diperbolehkan pulang. Tercatat 84 penumpang sudah kembali ke rumah, sementara 17 lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Baca Juga: Tri Adhianto Soroti Galian Kabel Ilegal, Minta Penataan Utilitas Terintegrasi
KAI, lanjut Anne, terus memantau kondisi korban yang masih dirawat dan memastikan seluruh kebutuhan medis terpenuhi. Sementara bagi korban yang telah pulang, pendampingan tetap diberikan hingga kondisi mereka benar-benar pulih.
Untuk mengakses layanan trauma healing, masyarakat dapat mendatangi Posko Informasi di Bekasi Timur atau melalui call center yang telah disediakan.
Selain itu, KAI juga membuka layanan klaim penggantian biaya pengobatan bagi korban yang menjalani perawatan secara mandiri. Proses klaim dilakukan dengan melengkapi dokumen seperti bukti perjalanan, identitas, kwitansi biaya, resume medis, dan data rekening.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Luncurkan Ducting Kabel Terpadu, Tri Minta Proyek Berkelanjutan
Setelah berkas dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan dengan pihak asuransi dan ditargetkan selesai maksimal 21 hari kerja.
KAI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi seluruh korban hingga proses pemulihan selesai secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun mental.***




