BEKASI.POJOKSATU.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh kebutuhan korban insiden di Bekasi Timur akan dipenuhi secara menyeluruh, mulai dari biaya pengobatan hingga pendampingan psikologis pascakejadian.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi para korban, khususnya yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan seluruh kebutuhan penanganan terpenuhi,” ujar Anne dalam keterangannya, Minggu 3 Mei 2026.

Ia menambahkan, komitmen tersebut tidak berhenti saat korban diperbolehkan pulang dari rumah sakit. KAI, kata dia, tetap memberikan pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan masing-masing korban.

“Bagi yang sudah pulang, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan. Kami ingin memastikan proses pemulihan berjalan optimal,” jelasnya.

Selain itu, KAI juga membuka mekanisme penggantian biaya atau reimbursement bagi korban yang menjalani pengobatan secara mandiri di luar fasilitas yang ditunjuk.

“Kami memberikan kesempatan bagi korban yang melakukan pengobatan mandiri untuk mengajukan klaim penggantian biaya melalui mekanisme yang telah kami siapkan,” kata Anne.

Dalam prosesnya, korban diminta untuk melengkapi sejumlah dokumen penting, seperti identitas diri, kuitansi biaya pengobatan, hingga resume medis dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

“Proses klaim dilakukan melalui koordinasi dengan pihak asuransi, dengan melengkapi dokumen seperti identitas, kuitansi medis, serta resume medis,” terangnya.

Baca Juga : Pasca Kecelakaan Kereta Bekasi, 19 Korban Masih Jalani Perawatan Intensif

Anne juga menyebutkan bahwa KAI telah menyiapkan estimasi waktu penyelesaian klaim agar prosesnya dapat berjalan transparan dan terukur.

“Estimasi proses klaim maksimal 21 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap. Kami berupaya agar proses ini berjalan cepat dan tepat,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada pemulihan fisik, KAI juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para korban melalui layanan trauma healing.

“Kami memahami bahwa dampak insiden tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis. Oleh karena itu, kami menyediakan layanan trauma healing bagi para korban,” ungkap Anne.

Baca Juga : DDT Manggarai-Cikarang Jadi Kunci Kurangi Risiko Tabrakan Kereta

Layanan tersebut dapat diakses melalui Posko Informasi yang didirikan di Bekasi Timur dan akan beroperasi hingga 11 Mei 2026.

“Posko ini kami siapkan sebagai pusat informasi sekaligus layanan pendampingan, termasuk trauma healing, bagi para korban dan keluarga,” ujarnya.

Anne menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga sekaligus memberikan pemulihan menyeluruh bagi para korban,” tandasnya.***