BEKASI.POJOKSATU.id - Aliran Kali Bekasi kembali mengalami perubahan warna menjadi hitam pekat disertai bau menyengat pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kondisi tersebut kembali memicu perhatian masyarakat karena dugaan pencemaran di sungai tersebut telah berulang kali terjadi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, air sungai tampak menghitam dengan bau tidak sedap yang cukup kuat. Selain itu, permukaan air juga terlihat dipenuhi buih berwarna putih di sejumlah titik.
Baca Juga: Ade Puspitasari: Semangat Kemerdekaan Harus Diwujudkan Melalui Kerja Nyata untuk Masyarakat
Fenomena tersebut menambah daftar persoalan pencemaran yang selama ini terjadi di aliran Kali Bekasi dan menimbulkan kekhawatiran warga yang tinggal di sekitar sungai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan penanganan pencemaran Kali Bekasi saat ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah pusat dan sejumlah pemerintah daerah.
"Saat ini penanganan pencemaran Kali Bekasi dilakukan oleh KLH dengan melibatkan DLH Kabupaten Bogor, DLH Kota Bekasi, dan DLH Provinsi Jawa Barat," ujar Kiswatiningsih, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan karena aliran Kali Bekasi melintasi beberapa wilayah administrasi sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas daerah.
"Penanganannya dilakukan bersama-sama," katanya.
Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi di Bekasi, LPS Siapkan Proses Likuidasi
Kiswatiningsih menjelaskan, sinergi antara Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), DLH Provinsi Jawa Barat, DLH Kabupaten Bogor, dan DLH Kota Bekasi menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi sumber pencemaran sekaligus melakukan penanganan secara menyeluruh.
Sementara itu, kondisi Kali Bekasi yang kembali menghitam dan mengeluarkan bau menyengat mendapat perhatian warga di sekitar aliran sungai.
Mereka berharap pemerintah segera mengungkap sumber pencemaran dan memperketat pengawasan terhadap pihak-pihak yang berpotensi mencemari sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang.***




