POJOKSATU.id, KOTA BEKASI - Petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) bertugas memperbarui data jelang Pemilu 2024. Mereka mendatangi dari rumah ke rumah untuk mencocokkan dan meneliti (coklit).
Akan tetapi, banyak petugas pantarlih yang ditolak saat memasuki perumahan elite di Kota Bekasi.
"Saat pantarlih datang mau coklit diusir," ucap Koordinator Divisi SDM dan Pengembangan Organisasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi, M. Iqbal Alam Islami, Jumat, 17 Maret 2023.
Padahal, coklit penting untuk memastikan data pemilih sudah sesuai dan dapat menggunakan hak pilih itu pada pemilu 2024.
"Entah itu dari pembantunya atau sekuritinya alasan tuan rumahnya tidak mau dicoklit," ucap dia.
BACA JUGA: Banyak Petugas Pantarlih di Karawang tak Punya Legalitas
Atas hal tersebut, petugas pantarlih diminta bersabar dan tetap menjalankan tugasnya agar proses coklit dapat sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Kendala lainnya adalah banyak penghuni rumah tidak ada pada siang hari. Untuk mengatasi hal itu, coklitakan dilakukan pada malam hari.
Di Kota Bekasi ada 7.072 petugas pantarlih. Mereka bertugas sejak 12 Februari 2023 hingga 14 Maret 2023. (Adika F Utomo)




