BEKASI.POJOKSATU.id - Pihak kepolisian sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait kebakaran di PT Jati Perkasa Nusantara yang menewaskan sembilan orang.

Kapolsek Medan Satria, Kompol Nur Aqsa, menjelaskan, bahwa penyelidikan kebakaran telah diambil alih oleh Polda Metro Jaya.

Sebagai langkah awal, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Ini dilakukan untuk menjaga keutuhan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Alhamdulillah, untuk api sendiri sudah padam Secara keseluruhan, kami sudah memasang garis police line di lokasi," ungkap Aqsa, Selasa, 5 November 2024.

Baca Juga: Polisi Kesulitan Kenali Identitas 9 Korban Kebakaran PT Jati Perkasa Nusantara

Sementara itu, korban kebakaran secara keseluruhan sebanyak 12 orang dengan rincian 9 orang meninggal dunia dan 3 orang mengalami luka bakar.

Aqsa menyebutkan, identitas korban meninggal masih dalam proses identifikasi melalui tes DNA di Rumah Sakit Polri Kramatjati.

“Korban luka ada tiga orang. Untuk yang meninggal dunia, kami masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari RS Polri, termasuk tes DNA untuk mengidentifikasi korban,” ucap Aqsa.

Saat ini, lokasi kebakaran masih dalam proses pendinginan, dengan satu unit pemadam kebakaran yang terus bersiaga untuk memastikan keamanan.

Baca Juga: Kebakaran PT Jati Perkasa Disebabkan Ledakan Salah Satu Alat Produksi

“Kami sudah melakukan pemadaman sejak Sabtu malam, dan sekarang proses pendinginan sedang berlangsung. Petugas dan unit kami masih bersiaga di lokasi,” tutur dia.

Aqsha mengatakan, di kawasan industri tersebut terdapat tiga pabrik. Namun, hanya satu pabrik yang mengalami kebakaran, yakni PT Jati Perkasa Nusantara.

Terkait penyebab kebakaran, termasuk dugaan adanya ledakan alat produksi, pihak kepolisian masih pendalaman kasus. Pihak perusahaan juga dilaporkan bersikap kooperatif dan siap bekerja sama dalam penyelidikan.

“Perusahaan masih kooperatif karena kasus ini ditangani oleh Polda. Kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak perusahaan mengenai jumlah keseluruhan karyawan yang terdampak,” pungkas dia. ***