BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bekasi berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah terjadinya kecelakaan maut di wilayah Bekasi Timur yang menewaskan seorang pedagang kaki lima.
Insiden tersebut terjadi di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Kendaraan operasional program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga kehilangan kendali hingga menghantam pedagang yang sedang berjualan di tepi jalan.
Akibat kecelakaan itu, satu orang meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di RS Siloam Bekasi.
Baca Juga: Tri Adhianto Pastikan Korban Kecelakaan Mobil SPPG di Bekasi Dapat Penanganan Maksimal
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan pihaknya segera meminta pihak SPPG melakukan evaluasi terkait operasional kendaraan, termasuk pola kerja pengemudi dan kondisi armada yang digunakan setiap hari.
“Kita akan minta SPPG evaluasi, termasuk pola kerja pengemudi. Bisa saja ada faktor kelelahan atau hal lainnya,” ujar Tri, Rabu 13 Mei 2026.
Menurutnya, evaluasi tersebut penting dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, mengingat kendaraan distribusi MBG setiap hari beroperasi mengantarkan makanan ke berbagai titik di Kota Bekasi.
Tri juga menegaskan akan mendatangi langsung pihak pengelola SPPG guna membahas evaluasi dan perbaikan sistem operasional kendaraan ke depan.
Selain faktor pengemudi, Pemkot Bekasi turut menyoroti pentingnya perawatan armada dan kewajiban uji kelayakan kendaraan atau uji KIR terhadap seluruh kendaraan operasional.
Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Pemkot Bekasi memastikan pengawasan terhadap kendaraan operasional program MBG akan diperketat agar keamanan pengguna jalan tetap terjaga.***




