BEKASI.POJOKSATU.id – Hingga November 2025, realisasi pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi tercatat baru mencapai 48 persen untuk progres fisik. Berdasarkan laporan yang diperoleh bekasi.pojoksatu.id, perlambatan pengerjaan proyek infrastruktur ini dipengaruhi oleh sejumlah kebijakan dari pemerintah pusat sepanjang tahun 2025.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Idi Susanto, menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan proyek infrastruktur di wilayahnya tertunda dari jadwal awal.

Di antaranya adalah kebijakan efisiensi anggaran serta rekomendasi konsolidasi tata kelola proyek yang disampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jadi gini, kemarin kan panjang ya di 2025 ini kan ada efisiensi dari Presiden, ada surat rekomendasi dari KPK juga ya untuk konsolidasi, terus kan memang mulainya agak-agak terlambat ya,” ujar Idi, Rabu, 26 November 2025.

Baca Juga: Hari Guru Nasional 2025, Tri Adhianto Beberkan Strategi Atasi Kekurangan Guru di Kota Bekasi

Idi mengonfirmasi bahwa progres fisik saat ini memang berada di angka 48 persen, namun penyerapan anggaran masih berkisar 20 persen.

Rendahnya serapan tersebut menurutnya bukan karena aktivitas proyek yang terhenti, melainkan disebabkan proses administrasi penagihan dan pemeriksaan kualitas pekerjaan yang masih berlangsung.

“Progres fisik kita sekitar 48 persen sekarang, lumayan lah ya. Memang keuangannya masih di bawah 20 persen karena kita lagi kejar untuk berita acara tagihannya, karena tetep kita cek kualitas-kualitas kita, walaupun cepat tetep harus bertanggung jawab ya,” kata dia menegaskan.

Seluruh proyek yang berada di kewenangan dinasnya juga dipastikan sudah masuk ke tahap lelang dan sebagian besar Surat Perintah Kerja (SPK) telah diterbitkan. Meski begitu, ada beberapa paket pekerjaan yang harus dilelang ulang melalui skema APBD Perubahan.

“Sampai saat ini kan semua SPK sudah keluar nih, tinggal tiga biji yang lelang ulang di APBD Perubahan (ABT). Semua, murni sudah keluar semua yang ABT juga, terakhir di Rabu ini kemungkinan,” lanjut Idi.

Baca Juga: Lengkap! Daftar Pemenang Bekasi Innovation Week 2025

Meski progres berjalan lebih lambat dari rencana awal, Idi menilai masih ada ruang percepatan menjelang akhir tahun. Ia pun menegaskan keyakinannya bahwa capaian fisik dapat melonjak signifikan.

“Nanti di akhir tahun sih kita optimis bisa tetep penyerapan fisiknya bisa sesuai dengan yang dibebankan ke kita. Kita masih perkiraan range antara 90 persen,” pungkasnya.

Pemkot Bekasi menilai percepatan penyelesaian proyek infrastruktur tetap harus dibarengi dengan akuntabilitas, agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat luas tanpa mengorbankan mutu dan tanggung jawab pengerjaan.***