BEKASI.POJOKSATU.id - Tingginya minat masyarakat mendaftarkan anak ke SMPN 1 Kota Bekasi membuat sekolah tersebut mengalami kekurangan meja dan kursi pada tahun ajaran 2025/2026.

Kepala SMPN 1 Kota Bekasi, Muktia Wahyudi Isra, menyebutkan bahwa total 396 siswa baru telah diterima dan akan dibagi dalam beberapa rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 44 murid per kelas.

“Idealnya, satu kelas hanya menampung 38 sampai 40 siswa. Tapi sekarang jumlahnya melebihi kapasitas. Sarana seperti bangku dan meja jelas kurang,” ungkap Muktia.

Kondisi kekurangan sarana ini tak hanya terjadi di SMPN 1 saja, tetapi juga dirasakan oleh 56 SMP Negeri lainnya di Kota Bekasi, yang sama-sama mengalami lonjakan peserta didik.

Baca Juga: PT Migas Kota Bekasi Capai Break Even Point Setelah 16 Tahun, Siap Ekspansi Sumur Minyak

Muktia menjelaskan bahwa para siswa baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara normal.

Ia pun berharap agar Dinas Pendidikan Kota Bekasi segera merespons dengan penambahan fasilitas dasar agar proses pembelajaran berjalan optimal.

“Kami sangat membutuhkan bantuan penambahan kursi dan meja dalam waktu dekat agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu,” tegasnya.

Situasi ini menunjukkan pentingnya perencanaan kuota dan infrastruktur pendidikan yang seimbang dengan daya tampung sekolah, terutama di kawasan padat seperti Kota Bekasi.

Jika Anda membutuhkan infografik atau ringkasan visual tentang data kapasitas dan kebutuhan sarana pendidikan di SMPN se-Kota Bekasi, saya juga bisa bantu.***