BEKASI.POJOKSATU.id - Keluarga Ridho Darmawan (15) yang merupakan salah satu korban tenggelam di aliran Kali Bekasi, meminta pihak kepolisian menggunakan sistem scientific crime untuk mengungkap fakta-fakta kematian para korban.
"Semoga dengan scientific crime ya, seperti yang dianjurkan dari Wakapolri waktu itu, seperti kasus Vina. Mudah-mudahan digunakanlah sistem itu, jadi akan menekan fakta yang sebenarnya," ujar kuasa hukum keluarga Ridho, Doni Kasdiyanto, kepada awak media, Senin, 30 September 2024.
Doni menyatakan, pihak keluarga korban masih meyakini kalau anaknya tidak mengikuti aksi tawuran, seperti yang diungkapkan oleh pihak kepolisian.
Pihak keluarga juga meminta kepada kepolisian untuk bersikap profesional dalam mengungkap kasus kematian tujuh remaja tersebut.
Baca Juga: Keluarga Ridho Darmawan Siap Bantu Kepolisian Cari Fakta-Fakta Kematian Korban
"Cuma ini polisi harus obyektif, apakah ada tanda-tanda mereka mau tawuran atau tidak, jadi polisi harus profesional dalam menangani perkara ini," ungkap dia.
Doni mengaku hendak mengumpulkan para korban lainnya untuk bersama-sama meminta keadilan kepada pihak kepolisian.
"Ini baru saya upayakan, semalam saya sudah ketemu dengan pak Jaelani dan hari ini saya akan ketemu dengan pihak saksi kunci yang ada di TKP. Yang selamat tidak meninggal," ujar dia. ***




