POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Popularitas Alun-Alun Setu makin meningkat di kalangan masyarakat di Kecamatan Setu dan sekitarnya.
Setiap sore, terutama akhir pekan, alun-alun dengan nama Alun-Alun Eduforest Bekasi tersebut ramai pengunjung.
Meski demikian, belum ada pengelola yang jelas atas ruang terbuka publik tersebut hingga saat ini. Otatis, kebersihan alun-alun dengan anggaran Rp6 miliar tersebut tidak ada yang bertanggung jawab.
Kepala Desa Tamansari, M. Jahi Hidayat, mengatakan sejak rampung dibangun oleh Pemprov Jawa Barat, belum ada kabar dari dinas terkait kapan akan diresmikan ataupun penanggungjawab alun-alun.
BACA JUGA: Tahun Ini Ada 52 Warga Tamansari Dapat BLT Kemiskinan Ekstrem
"Belum ada kabar mau serah terima, ataupun peresmian. Desa belum ada kabar sampai hari ini, sedangkan disitu pengunjung sudah ramai. Saya selaku kepala desa juga was-was juga," tutur Jahi.
Jahi khawatir jika tidak diserahterimakan ataupun penunjukan pengelola, alun-alun bisa rusak dan tidak terawat mengingat semakin banyaknya pengunjung yang memadati alun-alun.
"Namanya orang banyak, taman-taman bisa rusak. Sampai saat ini kita belum dikasih tugas, dikasih kewenangan, misalnya kebersihannya ataupun perawatannya," kata dia.
BACA JUGA: Belum Ada Pengelola yang Jelas, Alun-Alun Setu Tak Terawat
Jahi berharap anggaran yang sudah digelontorkan pemerintah provinsi tidak sia-sia dan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk masyarakat.
"Anggaran, itu kan bukan anggaran kecil, jangan sampai sudah dibangun, ditelantarkan begitu saja. Secepatnya baik kepada desa ataupun instansi lain, untuk kepengurusan perawatan. Desa sangat siap, jika ada rekomendasi untuk desa," demikian kata dia. (Adika F Utomo)




