BEKASI.POJOKSATU.ID - Keluarga Muhammad Aldira, mahasiswa Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi yang meninggal dunia, mengungkapkan adanya kejanggalan terkait kematian korban saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklat) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Karawang pada 27 Desember 2024.

Seorang anggota keluarga korban mengungkapkan jenazah ditemukan dengan tanda-tanda pendarahan di bagian telinga, mulut, dan hidung.

"Penjelasannya seperti ada yang ditutupi. Mereka (perwakilan kampus) hanya mengatakan almarhum sakit. Tetapi saat jenazah tiba di rumah duka, kami melihat darah keluar dari mulut, telinga, dan hidung almarhum," ujar keluarga, Kamis, 2 Januari 2025.

Baca Juga: Unisma Belum Beri Keterangan Terkait Kematian Mahasiswa saat Diklatsar di Karawang

Korban diketahui mengikuti kegiatan Diklat dari 23 hingga 29 Desember 2024 dalam kondisi sehat. Keluarga juga sebelumnya telah menyetujui keikutsertaan korban dalam kegiatan tersebut.

"Pihak kampus mengatakan almarhum mengeluh sakit selama kegiatan, diberikan roti dan minum, lalu melanjutkan perjalanan," tambah keluarga korban.

Kecurigaan keluarga semakin kuat karena pengantaran jenazah ke rumah duka tidak disertai aparat kepolisian.

Baca Juga: Teman Kenang Sosok Aldi: Mahasiswa Unisma yang Meninggal saat Diklatsar Mapala di Gunung Sanggabuana

"Tidak ada polisi saat jenazah diantar. Pihak kampus menyebut UKM mereka tidak melaporkan kejadian ini ke polsek," demikian kata dia.***