BEKASI.POJOKSATU.id - Viralnya video di media sosial yang menarasikan dugaan penganiayaan terhadap korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, turut menyeret nama Ketua RT setempat. Namun, Ketua RT membantah terlibat dalam aksi kekerasan maupun membantu pelaku melarikan diri.
Peristiwa tersebut bermula saat sepeda motor milik Viola Putri dilaporkan hilang di kawasan LOGOS, Medansatria, Jumat, 31 Juli 2026. Setelah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), Viola mengaku berhasil mengenali sosok yang diduga terlibat dalam pencurian.
Didampingi ibu dan rekannya, Reza, Viola kemudian mendatangi sebuah rumah kontrakan di Jalan Irigasi yang diduga menjadi tempat tinggal pelaku pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ketua RT 3 RW 7 Kelurahan Medansatria, Patuyo Kaman, mengatakan dirinya tidak pernah melakukan pemukulan terhadap korban maupun membantu terduga pelaku kabur dari lokasi.
Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Usulkan Satgas Anti Pungli usai Kasus Oknum Dishub Viral
Ia menjelaskan, saat insiden terjadi dirinya sedang berada di luar rumah. Ketika tiba, kondisi di depan rumahnya sudah dipenuhi warga.
"Saat saya sampai di rumah, sudah banyak orang berkumpul. Saya sempat mengajak korban masuk ke dalam rumah untuk menenangkan situasi, tetapi korban menolak dan terus menangis," ujarnya kepada wartawan, Selasa, 4 Agustus 2026.
Patuyo juga menerangkan bahwa orang yang sempat diamankan warga bukanlah pelaku utama pencurian sepeda motor, melainkan seseorang yang diduga mengetahui identitas pelaku.
Ia menegaskan tidak pernah melakukan tindakan kekerasan maupun memfasilitasi pelarian terduga pelaku sebagaimana tuduhan yang beredar di media sosial.
"Saya sama sekali tidak memukul korban ataupun membantu pelaku melarikan diri," tegasnya.
Baca Juga: Pemuda Burangkeng Tuntut Ketegasan BPD soal Panitia Pilkades
Tak lama setelah keributan terjadi, personel Polsek Medansatria datang ke lokasi untuk mengendalikan situasi dan mencegah konflik semakin meluas.
Saat ini, Polsek Medansatria bersama Polres Metro Bekasi Kota masih menyelidiki kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor sekaligus mendalami laporan terkait dugaan penganiayaan yang terjadi saat korban berupaya mencari sepeda motornya. Polisi diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta dalam kedua perkara tersebut guna memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.***




