BEKASI.POJOKSATU.id – Sebuah kontainer bermuatan limbah kertas terguling di kawasan Flyover Kranji, Jalan Raya Sultan Agung, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (12/6/2026) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan arus lalu lintas di lokasi sempat lumpuh total.
Insiden diduga terjadi akibat kendaraan mengalami kelebihan muatan sehingga tidak kuat menanjak saat melintasi flyover. Truk sempat berupaya melewati tanjakan, namun kehilangan tenaga dan akhirnya mundur hingga terguling di badan jalan.
Akibat kejadian itu, badan kontainer melintang dan menutup seluruh jalur yang mengarah ke Kota Bekasi. Kondisi tersebut juga berdampak pada arus kendaraan dari arah sebaliknya menuju Jakarta yang ikut tersendat.
Polisi yang berada di lokasi segera melakukan pengaturan lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke Jalan Raya Pangeran Jayakarta untuk mengurangi kepadatan.
Kemacetan sempat mengular di sekitar kawasan Flyover Kranji. Sejumlah pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan akibat penyempitan ruas jalan dan proses penanganan di lokasi.
Sopir truk, Robi, mengatakan kendaraan yang dikemudikannya sempat berhasil menanjak sebelum akhirnya terjadi slip pada bagian transmisi.
Baca Juga : Panitia Pilkades Tamansari Targetkan Data Pemilih Akurat melalui Rekrutmen Pantarlih
“Saya nanjak dan akhirnya giginya slip, mobil sempat menanjak terus turun lagi,” ujar Robi di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, kontainer tersebut mengangkut limbah kertas dari pelabuhan yang akan dikirim menuju pabrik Fajar Paper di Cibitung.
“Ini mobil mau ke Fajar Paper di Cibitung dari arah pelabuhan,” katanya.
Robi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Ia juga menyebut kondisi jalan saat kejadian relatif tidak padat.
“Pada saat mundur saya memposisikan kendaraan lurus,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih menunggu kedatangan alat berat untuk mengevakuasi kontainer yang masih melintang di tengah jalan.
Arus lalu lintas di kawasan tersebut masih diberlakukan rekayasa sementara hingga proses evakuasi selesai.***




