BEKASI.POJOKSATU.id - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi menilai Kota Bekasi darurat terhadap kekerasan terhadap anak.

Komisioner KPAD Kota Bekasi Bidang Data dan Informasi, Firli, menerangkan beberapa hari terakhir terjadi peningkatan dan pelaporan kasus kekerasan terhadap anak.

Firli mencontohkan dalam sehari pernah terjadi kasus kekerasan terhadap anak di dia wilayah berbeda. Hal ini membuat kasus kekerasan terhadap anak meningkat.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual di Paling Banyak Diterima, Pelaku Orang Terdekat

"Terakhir kasus terjadi di wilayah Perwira dan juga Bekasi Selatan," ujar Firli, saat dihubungi awak media, Sabtun 29 Juni 2024.

Namun, saat ditanyakan jumlah kekerasan terhadap anak, dia tidak merincikan secara detail.

Banyak kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang muncul ini tidak dapat ditoleransi dan bagi KPAD itu merupakan penanda peringatan.

Baca Juga: Ade Puspitasari Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak kepada Masyarakat Kota Bekasi

Dirinya meminta kepada seluruh pihak untuk saling menjaga anak-anaknya, ini dilakukan agar tidak menjadi korban kekerasan.

"Kita butuh bantuan semua pihak terlibat dalam perlindungan anak. Pertanyaannya mau sampai kapan, dan harus berapa banyak lagi korban," tutur dia.

Dengan kondisi tersebut, KPAD Kota Bekasi juga akan merubah pendekatan dalam perlindungan anak. Salah satu caranya dengan melakukan upaya pencegahan sedini mungkin terhadap tindakan kekerasan anak.

"Ini kritik juga kepada kami. Oleh karena itu kami akan merubah pendekatan tidak lagi hadir ketika ada kasus tapi bagaimana mencegah timbulnya kasus," demikian kata dia.***