BEKASI.POJOKSATU.id - Kota Bekasi sampai saat ini masih kekurangan tenaga pengajar untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kondisi ini menjadi perhatian serius.

Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Faisal, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk mencari solusi agar bisa mengatasi kekurangan tenaga pengajar tersebut.

"Pemerintah harus benar-benar melihat persoalan pendidikan, karena kita akan menjemput generasi emas 2045. Kekurangan guru di SMP Negeri harus segera dicarikan solusinya," kata Faisal kepada wartawan pada Selasa, 29 April 2025.

Dirinya menjelaskan, bahwa untuk solusi jangka pendek bisa memanfaatkan relawan dari kalangan mahasiswa.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Jalin Kerja Sama dengan UNJ untuk Penuhi Kekurangan Guru

"Sementara, mungkin relawan-relawan yang siap membantu mengajar. Dengan harapan ke depan mereka juga bisa diapresiasi, dan ini harus dipikirkan secara baik oleh pemerintah, disiapkan anggarannya, dan benar-benar menjadi prioritas. Ini sudah wajib pemerintah," jelas dia.

Faisal menuturkan, untuk saat ini sudah ada beberapa universitas yang menjalin kerjasama untuk merekrut relawan pengajar.

Hal ini bisa menjadi solusi sementara sembari pemerintah berkoordinasi dengan kementerian terkait.

Ia menambahkan legalitas relawan juga harus dipandu pemerintah agar sesuai administrasi.

Baca Juga: Khusus Para Guru, Jangan Bingung Beri Semangat Anak Didik yang Sedang Down, Gunakan Contoh Motivasi Ini

"Karena tidak boleh ada lagi Tenaga Kerja Kontrak, maka masih kita kaji legalitas mereka. Untuk saat ini dikatakan sebagai relawan," tutur dia.

Langkah ini sejalan dengan kerjasama Pemerintah Kota Bekasi dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kerjasama tersebut mencakup program magang mahasiswa untuk membantu mengatasi kekurangan guru di tingkat TK, SD, dan SMP.

Menurut Faisal, mahasiswa yang sudah mencapai semester 6 dapat mengajar dengan durasi satu semester dan dapat diperpanjang hingga dua semester.

"Mahasiswa akan mendapatkan sertifikat, namun belum ada anggaran yang dialokasikan untuk tahun 2025," ungkap dia.

Sebagai informasi, kerjasama serupa juga akan dijajaki dengan beberapa perguruan tinggi lain di Bekasi, termasuk Universitas Bhayangkara dan UNISMA Bekasi, serta UIN Jakarta. ***