POJOKSATU.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi akan mengadakan debat kedua untuk Pilkada Kota Bekasi pada 22 November 2024.

Berdasarkan informasi yang diterima, debat kali ini akan membahas tema seputar lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Komisioner KPU Kota Bekasi Bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Hubungan Antar Lembaga, Afif Fauzi, menyatakan bahwa persiapan untuk debat terakhir calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi hampir selesai.

Baca Juga: Debat Publik: Tri Paparkan Soal 3 Langkah untuk Kali Bekasi

Afif menjelaskan, tema debat terakhir ini adalah *"Mewujudkan Kota Bekasi yang Sehat, Aman, Nyaman, dan Terbukanya Akses Lapangan Kerja"*.

“Persiapan kami sudah mencapai 90 persen dan hampir selesai. Kami juga sudah melakukan pertemuan dengan LO (Liaison Officer) dan Forkompinda terkait teknis pelaksanaan debat. Diskusi final akan dilakukan di studio besok,” ujar Afif, Kamis, 21 November 2024.

Baca Juga: Debat Pilkada: Soal Reformasi Birokrasi, Uu Tekankan Pimpinan Tertinggi Harus Jadi Panutan

Format dan Durasi Debat

Afif menyebutkan bahwa format debat kedua akan sama seperti debat pertama, hanya dengan beberapa penyesuaian durasi. Visi dan misi akan disampaikan lebih panjang, yaitu tiga menit, sementara waktu untuk *closing statement* tetap dua menit. Durasi sesi lainnya, yakni sesi 2, 3, 4, dan 5, tetap tidak berubah.

Fokus pada Isu Lapangan Kerja

Debat kedua ini diharapkan lebih menarik karena membahas isu yang relevan, seperti tingginya angka pengangguran di Kota Bekasi. Afif mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 8.000 warga Kota Bekasi yang belum memiliki pekerjaan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi calon pemimpin baru.

“Angka pengangguran di Kota Bekasi mencapai lebih dari 8.000 orang. Masalah ini berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, termasuk pengembangan UMKM dan hak numerasi. Selain itu, upaya mewujudkan Kota Bekasi yang sehat dan aman juga menjadi isu penting,” jelasnya.

Sesi Tanya Jawab

Afif menambahkan, sesi tanya jawab dalam debat memberikan fleksibilitas kepada pasangan calon untuk menentukan strategi jawaban.

“Hampir sama seperti sebelumnya. Dominasi jawaban bisa bergantung pada masing-masing pasangan calon. Namun, segmen 4, 5, dan 6 akan lebih memungkinkan para kandidat untuk berbagi jawaban sesuai porsi mereka,” pungkas Afif.***