BEKASI.POJOKSATU.id - Kabar duka datang dari dunia pendidikan tinggi setelah seorang mahasiswa Universitas Islam 45 Bekasi (Unisma) meninggal dunia.

Mahasiswa Unisma berinisial MATH tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) di Pegunungan Sanggabuana, Karawang.

Berdasarkan informasi kepolisian, aktivitas Diklatsar Mapala Unisma di tempat itu tidak ada pemberitahuan kepada polsek setempat dan pengelola kawasan.

Baca Juga: Kronologi Penemuan Mahasiswa Unisma yang Meninggal saat Diklatsar Mapala di Karawang

Polisi justru mendapat informasi dari Sanggabuana Wildlife Ranger. Saat anggota ranger mendapat informasi, mereka langsung bergegas ke lokasi yang dimaksud.

Mereka datang ke sana bersama dengan 8 mahasiswa IPB yang kebetulan sedang melakukan penelitian.

Anggota Sanggabuana Wildlife, Komarudin, saat ditemukan mahasiswa asal Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi itu, sudah dalam posisi terlentang ditutupi jas hujan.

Baca Juga: Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk di Cikarang Barat

Tempat korban ditemukan adalah lereng yang miring dan terganjal akar pepohonan. Saat itu, MATH sudah tidak bernyawa. Pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Setelah seniornya datang, baru kami putuskan untuk mengevakuasi korban ke kampung terdekat," demikian kata dia.

Berdasarkan informasi, mahasiswa Unisma yang datang ada 16 orang, terdiri atas 6 peserta diklatsar dan 10 panitia atau senior.***