POJOKSATU.id - Direktur Udara di Kementerian Lingkungan Hidup, Heru Krisnanto, kualitas udara di wilayah Jabodetabek dianggap kurang baik berdasarkan hasil evaluasi kualitas udara pada tahun 2022.

Salah satu penyebab utamanya adalah jumlah kendaraan bermotor yang tinggi dibandingkan dengan daerah lain.

Selain itu, hasil pemantauan kualitas udara secara online juga menunjukkan hasil yang kurang baik dalam beberapa minggu terakhir.

"Hasil pemantauan ini menggunakan indikator warna yang dapat dibaca oleh masyarakat. Misalnya, warna kuning menunjukkan kondisi udara yang kurang sehat, sehingga masyarakat harus berhati-hati," kata dia.

"Kualitas udara yang baik ditandai dengan warna hijau, sedangkan warna biru, kuning, dan seterusnya menandakan kualitas udara yang semakin buruk, hingga mencapai abu-abu dan hitam," sambung Heru.

BACA JUGA: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Bekasi Gelar Uji Emis Kendaraan di Stadion Patriot

Hal ini menunjukkan perlunya kepedulian masyarakat terhadap kualitas udara dan upaya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas udara di wilayah Jabodetabek.

Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam