BEKASI.POJOKSATU.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak cepat menangani korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang menewaskan puluhan orang.

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL itu meninggalkan duka mendalam. Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM langsung turun ke lokasi hingga menyambangi rumah duka korban.

Dalam kunjungannya, KDM menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, termasuk saat mendatangi rumah almarhumah Ibu Nurlaela.

“Beliau adalah sosok pendidik yang gugur setelah menunaikan tugas. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar KDM, Minggu (3/5/2026).

Tak hanya menyampaikan duka, KDM juga langsung menyiapkan langkah konkret untuk membantu korban dan keluarganya.

Pertama, Pemprov Jawa Barat memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga korban meninggal dunia. Bantuan itu diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan jangka panjang, terutama pendidikan anak.

Kedua, KDM mengangkat anak tunggal almarhumah yang saat ini duduk di kelas 6 SD sebagai anak asuh. Ia berkomitmen menanggung seluruh biaya pendidikan hingga dewasa.

Ketiga, KDM mendorong percepatan pembangunan flyover di sejumlah titik rawan kecelakaan di Bekasi guna mencegah kejadian serupa terulang.

Baca Juga : DDT Manggarai-Cikarang Jadi Kunci Kurangi Risiko Tabrakan Kereta

Selain itu, KDM memastikan seluruh biaya perawatan korban luka ditanggung penuh oleh pemerintah bersama BPJS, PT KAI, dan pihak asuransi.

“Seluruh biaya rumah sakit ditanggung. Santunan untuk korban meninggal masing-masing Rp50 juta,” jelasnya.

Ia berharap tragedi ini menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi kecelakaan transportasi publik yang menimbulkan korban jiwa.

“Kita ingin ini jadi yang terakhir. Semua harus diinvestigasi dengan baik,” tegasnya.

KDM menambahkan, penanganan korban dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait.

“Kita bergerak bersama, memastikan semua korban tertangani dengan baik,” pungkasnya.***