BEKASI.POJOKSATU.id - Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bersilaturahmi sekaligus launching Program UMKM Naik Kelas. Kegiatan silaturahmi dilakukan di Balai Patriot Pemerintah Kota Bekasi, Rabu (8/5/2024).
Kepala Bidang Usaha Kecil, Diskuk Jabar, Ucup Yusup, mengatakan, launching UMKM Naik Kelas sudah dilakukan sebelumnya di tingkat Provinsi Jawa Barat. Kemudian untuk saat ini, launching dilanjutkan untuk tingkat kota dan kabupaten di seluruh Jawa Barat.
"Ke depan kami melakukan pendampingan berbasis komunitas, dan ilmu ini sudah diberikan kepada 150an pendamping se-Jawa Barat. Yang sudah (launching) Kota Sukabumi dan Kota Cimahi, Kota Bekasi ini yang ketiga," ungkapnya.
Ucup berharap dengan pendampingan yang dilakukan dapat merealisasikan UMKM Naik Kelas. Artinya dari usaha mikro naik ke usaha kecil, usaha kecil ke menengah, dan bahkan usaha menengah bisa ke usaha besar.
"Riilnya harus benar-benar naik kelas, sederhananya jangan ada UMKM yang kesusahan memasarkan, dan akses modal, padahal produk mereka sebenarnya berkualitas," harap dia.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi, Rita Hartati mengatakan, pihaknya melakukan launching Program UMKM Naik Kelas agar dapat dilaksanakan tahapan selanjutnya.
Para pelaku UMKM yang hadir dalam silaturahmi dan launching, kata dia, adalah perwakilan dari 12 kecamatan di Kota Bekasi.
"Tentunya setelah launching tahapan harus dilakukan, kita bersinergi dengan pendamping UMKM yang jumlahnya enam orang. Para pendamping tersebut, lanjut Rita, mempunyai dasar pelaku usaha. Sehingga, mereka memahami betul hambatan dan peluang untuk pengembangan UMKM Naik Kelas.
"Enam orang pendamping ini sudah dibentuk oleh Jabar, kita bersinergi untuk nanti melakukan pelatihan, bazaar, pemasaran, kemitraan dan pengembang modal usaha," jelas dia.
Sementara itu, salah satu pendamping UMKM Naik Kelas, Kristien Mey Triyana mengungkapkan. Dari enam pendamping yang ada, masing-masing akan menjadi mentor bagi sedikitnya 17 atau maksimal 20 orang pelaku UMKM
"Pendampingan akan dilakukan delapan bulan ke depan. Setiap bulan nanti ada materi pelatihan yang disampaikan, ada kunjungan dan kopdar bulanan juga," jelas Kristien.
Pendampingan yang dilakukan diantaranya meliputi branding produk, perizinan dan legalitas, pembuatan logo dan merk, hingga pemasaran digital. Ratusan UMKM yang telah bergabung, kata dia rata-rata masih didominasi para pelaku usaha makanan dan minuman, seperti keripik, hingga bir pletok. (Mas)



