BEKASI.POJOKSATU.id – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban terakhir yang hilang dalam peristiwa longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang pada Senin malam, 9 Maret 2026.

Korban terakhir diketahui bernama Riki Supriadi, seorang sopir truk sampah. Ia ditemukan pada pukul 23.30 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia setelah tertimbun material sampah.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari mengatakan, dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, maka total korban meninggal dunia dalam tragedi longsor ini berjumlah tujuh orang.

“Korban terakhir ditemukan pada pukul 23.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Desiana dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan proses identifikasi dan autopsi lebih lanjut.

Desiana menjelaskan, dengan seluruh korban telah ditemukan dan tidak adanya lagi laporan orang hilang, maka operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan.

“Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” tegasnya.

Baca Juga : Longsor di TPST Bantargebang Bekasi, Warung dan Truk Tertimbun Sampah

Adapun tujuh korban yang meninggal dunia dalam peristiwa longsor tersebut terdiri dari warga dan pekerja di sekitar lokasi. Mereka adalah Enda Widayanti (25) yang merupakan pemilik warung, Sumine (60) pemilik warung, serta sejumlah sopir truk sampah yakni Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, Hardianto, dan Riki Supriadi. Selain itu terdapat pula korban bernama Jussova Situmorang.

Peristiwa longsor gunungan sampah di kawasan TPST Bantargebang ini sebelumnya sempat menggegerkan warga karena menimbun sejumlah orang yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.

Petugas gabungan dari unsur Basarnas, BPBD, kepolisian hingga relawan dikerahkan untuk melakukan pencarian sejak kejadian terjadi hingga akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan.***