BEKASI.POJOKSATU.id – Sebanyak tujuh truk pengangkut sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tertimbun longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan dari tujuh unit truk yang tertimbun material longsor, sebanyak lima unit di antaranya telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.
“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” ujar Asep dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3/2026).
Asep menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk petugas DLH dan tim gabungan yang berada di lokasi TPST Bantargebang.
Selain fokus pada proses evakuasi kendaraan, pihaknya juga memastikan penanganan terhadap korban terdampak dalam peristiwa tersebut.
Asep menambahkan, seluruh petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang meninggal dunia akibat kejadian ini akan mendapatkan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka-luka akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga : Timsar Gabungan Terus Lakukan Pencarian Korban Longsor Di Bantargebang Dengan Terjunkan 15 Alat Berat
“Selain itu, santunan sosial juga akan diberikan kepada korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” jelas dia.
Untuk mempercepat proses evakuasi material longsor, DLH bersama tim gabungan mengerahkan sebanyak 13 unit ekskavator ke lokasi kejadian.
Selain itu, dua unit ambulans dari DLH DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi juga disiagakan di area TPST Bantargebang.
Peralatan berat tersebut digunakan secara simultan untuk membuka timbunan material longsor, sehingga proses pencarian dan evakuasi dapat dilakukan lebih cepat.
Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan upaya penanganan di lokasi untuk memastikan seluruh kendaraan yang tertimbun dapat segera dievakuasi.***




